Selasa, 29 Juli 2014

RAMADAN, D*C0ST HANYA PENUH JELANG BERBUKA

Selasa, 29 Juli 2014 19:22 wib | Hendra Kusuma - Okezone

D'cost Restoran. (Foto: Okezone)D'cost Restoran. (Foto: Okezone) JAKARTA - Bulan Ramadan atau bulan yang acap disebut sebagai bulan puasa, merupakan bulan penuh hikmah bagi umat masyarakat yang beragama Islam. Begitu pun, bagi para pedagang di Indonesia yang pasti akan mengalami peningkatan penjualan pada saat bulan puasa.

Hikmah positif ini tidak diikuti oleh rumah makan salah satunya D'Cost. Restoran yang menyediakan makanan jenis seafood ini mengaku pendapatan dan penjualan yang didapatkan saat bulan puasa sama seperti penjualan pada saat bulan biasa.

"Kalau di cost sama saja, enggak ada peningkatan di bulan puasa," kata GM Promotion & PR D'Cost Eka Agus Rachman ketika dihubungi Okezone di Jakarta.

Agus menyebutkan, tidak adanya peningkatan penjualan D'Cost saat Lebaran lantaran, pola pembelian konsumen terhadap produk makanan D'Cost hanya mengalami perubahan sedikit.

Selain itu, meski memiliki berbeda-beda kapasitas yang disediakan tiap gerai D'Cost. Namun, hal tersebut masih belum bisa memberikan pengaruh apa-apa terhadap penjualan D'Cost pada bulan puasa. Di mana, ada yang berkapasitas 100 sampai 200 tempat duduk.

"Siangnya kan tidak ada konsumen, jadi orang balas dendamnya pas buka, jadi sama saja," tambahnya.

Diakui Eka, dia menuturkan, meski tidak mengalami perubahan penjualan pada saat bulan puasa. Namun, menu ikan masih menjadi favorit konsumen atau masih menjadi produk terlaris nomor satu."Karena masakan Indonesia dan mereka memilih itu," tutupnya. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1019001/ramadan-d-cost-hanya-penuh-jelang-berbuka

PENGUSAHA R1TEL TARGETKAN "PANEN" RAMADAN CAPA1 RP14 T

Selasa, 29 Juli 2014 18:38 wib | Hendra Kusuma - Okezone

Para peritel targetkan pendapatan Rp14 triliun dari Lebaran. (Foto: Okezone)Para peritel targetkan pendapatan Rp14 triliun dari Lebaran. (Foto: Okezone) JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan, pada saat hari Lebaran atau bulan puasa penjualan yang terlaris adalah produk makanan. Berbeda dengan penjualan yang berada pada saat waktu liburan Natal dan Tahun Baru.

Wakil Sekjen Aprindo, Satria Hamid Ahmadi, mengatakan pada saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran , penjualan terbesar pengusaha ritel berasal dari produk makanan dan diikuti oleh produk pakaian.

"Makanan yang paling laku terjual, kedua fashion, seperti baju Koko, sajadah, dan yang terakhir alat rumah tangga," kata Satria saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Satria menambahkan, jika pada liburan Natal dan Tahun Baru, itu merupakan hari penjualan baju terbesar bagi pengusaha ritel dalam tiap tahunnya. Sementara itu, banyak keuntungan yang didapatkan oleh pengusaha ritel pada saat bulan Ramadan atau bulan puasa.

Hal tersebut terlihat dari target penjualan Aprindo pada Lebaran 2014 sebesar Rp13,5 triliun sampai Rp14 triliun atau meningkat 12 persen jika dibandingkan pada periode yang sama di 2013 yang hanya mencapai Rp12 triliun. "Kan masa Ramadan itu masa panen raya peritel, memang titik puncak dapat mengeksekusi tertinggi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, sambung Satria, target yang sudah dicanangkan pengusaha ritel ini merupakan angka yang sudah pasti, dalam hal ini telah melewati masa penghitungan seperti kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga BBM, dan lain-lain. "Jadi target sales Rp14 triliun itu sudah moderat, sudah dihitung mengenai faktor-faktor tadi," pungkasnya.
(mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018997/pengusaha-ritel-targetkan-panen-ramadan-capai-rp14-t

LEBARAN HAR1 KEDUA, PEDAGANG SUDAH MULA1 KA1S UNTUNG

Selasa, 29 Juli 2014 17:27 wib | Selfiani Hasanah - Okezone

Pedagang baju di pasar Ciplak. (Foto: Okezone)Pedagang baju di pasar Ciplak. (Foto: Okezone) JAKARTA - Pasar tradisional PD Jaya Ciplak di daerah Kalimalang pada hari kedua lebaran sudah kembali dibuka. Beberapa pedagang sudah mulai terlihat kembali menjajakan dagangannya.

Salah seorang pedagang jilbab yang bernama Iel mengatakan, sudah mulai membuka kembali tokonya di hari kedua ini setelah kemarin tutup.

"Hari ini sudah mulai buka lagi, kemarin tutup karena hari H, ngumpul dulu sama keluarga. Hari ini cari duit lagi," ujarnya saat ditemui Okezone di pasar Ciplak, Jakarta, Selasa (29/7/2014).

Dia menambahkan, omzet penjualan di hari kedua lebaran ini cukup memuaskan dibandingkan hari-hari biasa. "Lumayan buat pemasukan, karenakan lebaran biasanya orang pada megang duit, jadi pembeli ada saja," jelasnya.

Menurutnya, penjualannya hari ini menurun dibandingkan penjualan hari yang sama tahun lalu. Dia menjelaskan, pada Lebaran kedua tahun ini, memang tidak seramai tahun kemarin.

"Kalau H+1 tahun kemarin itu kita penjualan siang saja sudah Rp1,5jt. Hari ini sudah lebih dari setengah hari baru Rp500 ribu," tutupnya.
(mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018994/lebaran-hari-kedua-pedagang-sudah-mulai-kais-untung

HEB0H DAG1NG CELENG, YLK1 TAK TER1MA ADUAN

Selasa, 29 Juli 2014 16:23 wib | Hendra Kusuma - Okezone

Ilustrasi Penjual Daging. (Foto: Okezone)Ilustrasi Penjual Daging. (Foto: Okezone) JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengaku, hingga sampai tidak menerima pengaduan mengenai keberadaan daging celeng yang marak diisukan sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kemarin.

"Agak sulit kalau dari konsumen, karena konsumen kan tidak tahu bentuk fisiknya yah, secara kasat mata dia tidak mengerti," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi kepada Okezone di Jakarta.

Tulus menjelaskan, saat ini keberadaan daging celeng sudah ditangani oleh BPOM dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) atau pun dinas-dinas terkait. Yaitu, dengan cara melakukan inspeksi ketat terhadap peredaran daging celeng tersebut.

Menurut Tulus, tidak adanya masyarakat atau konsumen yang mengadukan mengenai peredaran daging celeng. Tidak adanya laporan atau aduan mengenai daging celeng lantaran daging tersebut tidak diketahui fisiknya seperti apa lantaran telah diaduk atau dicampur.

"Karena sudah diaduk-adukkan, apa lagi kan dioplosnya juga masih banyak daging sapinya, misalnya daging celengnya 30 persen sisanya daging sapi," pungkasnya. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018972/heboh-daging-celeng-ylki-tak-terima-aduan

SAAT BULAN PUASA, HARGA AYAM "D1TEKAN" TERLALU RENDAH

Ilustrasi daging ayam. (Foto: Okezone)Ilustrasi daging ayam. (Foto: Okezone) JAKARTA - Penawaran harga ayam hidup saat bulan puasa kemarin diklaim sangat rendah. Hal ini dinilai Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) sebagai hal yang tidak baik.

Ketua FMPI Don Putoyo mengatakan, dengan penekanan harga seperti kurang menguntungkan. Harga Pokok Produksi (HPP) ayam Hidup (livebird/LB) pada kondisi kini (harga saat beli DOC Rp6.000 per ekor dan pakan Rp7.000 per kilogram (kg), maka HPP menjadi Rp18.500-Rp19.500 per kg.

"Jika memang ayam Hidup LB dibeli oleh pedagang bandar ayam dengan harga tersebut, maka harga karkas atau daging ayam Rp32 ribu-Rp35 ribu per kg, wajarlah," kata Utoyo kepada Okezone di Jakarta.

Menurut Utoyo, kenyataan harga jual ayam hidup menjadi tidak wajar jika harga ayam hidup per kg ditekan sangat rendah atau murah, bahkan ditekan di bawah harga HPP dengan tujuan spekulasi atau sebagainya.

Utoyo mengungkapkan, harga jual ayam hidup di Sumatera, untuk wilayah Palembang dan Lampung berada di kisaran Rp13.500-Rp15.00 ribu. Wilayah Lubuk Linggau Rp16.000, Bengkulu Rp16.500-Rp17.000, Medan Rp18.000. Hanya Bangka dan Belitung yang masih baik yaitu Rp20.000-Rp24.000 per kg.

Sementara di Pulau Jawa, untuk wilayah Banten dan Jabodetabek harga jual ayam hidup berada di kisaran Rp15.000-Rp15.500 per kg. Untuk Jawa Tengah dan Yogyakarta berada di kisaran Rp12.700-Rp14.000 per kg. Untuk Jawa Timur berada pada kisaran Rp13.300-Rp14.000 per kg.

Untuk Bali harga ayam hidup berada di kisaran Rp15.500 per kg, wilayah Lombok Rp14.500 per kg. Sedangkan untuk pulau Kalimantan berada di kisaran Rp12.500-Rp14.500 per kg, kecuali di wilayah Pontianak yang harganya masih baik, yaitu Rp21.000 per kg.

Pulau Sulawesi berada di kisaran Rp13.000-Rp14.000 per kg, kecuali Sulawesi Utara Rp19.000 per kg. "Kondisi seperti ini tidak sehat, seyogianya produsen, pedagang (besar dan kecil), maupun Masyarakat saling membutuhkan satu sama lain," tambahnya.

Melihat hal seperti itu, Utoyo mengungkapkan seharusnya pemerintah perlu melakukan upaya seperti mempertemukan pedagang bandar ayam dengan produsen, agar tidak membeli atau menekan harga jual ayam hidup di bawah HPP.

Pasalnya, sambung Utoyo, jajaran produsen perunggasan Indonesia sudah berupaya keras memproduksi telur ayam ras dan daging ayam broiler dalam jumlah besar, bahkan dapat dikatakan sudah swasembada. "Dengan harga yang sangat terjangkau masyarakat, demi untuk mendukung terbentuknya bangsa yang sehat dan cerdas," pungkasnya. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018969/saat-bulan-puasa-harga-ayam-ditekan-terlalu-rendah

V0CER BELANJA BELUM MAMPU GANT1KAN FUNGS1 PARCEL

Selasa, 29 Juli 2014 14:44 wib | Martin Bagya Kertiyasa - Okezone

Penjual parcel. (Foto: Nadya/Okezone)Penjual parcel. (Foto: Nadya/Okezone) JAKARTA - Saat Lebaran, beberapa masyarakat sering berbagi rezekinya dengan memberikan parcel bagi kerabat, rekan maupun saudaranya. Namun, kebutuhan akan parcel tersebut mulai tergantikan oleh vocer yang dianggap lebih praktis.

Meski demikian, pemilik Nabila Florist, Fahira Fahmi Idris, mengaku penjualan parcelnya tidak terganggu dengan adanya vocer-vocer tersebut. Dia menilai, vocer hanya milik kalangan tertentu.

"Karena pangsa pasar kita mungkin berbeda, antara vocer dengan parcel. Jadi tidak ada masalah," jelas di saat dihubungi Okezone di Jakarta baru-baru ini.

Menurut dia, beberapa pegawai akan menghindari pemberian vocer, karena dinilai sebagai bentuk lain dari uang. "Kalau untuk pejabat itu gratifikasi," tambah dia.

Dia melanjutkan, keunggulan lain dari parcel, adalah barang-barang yang masih dimodifikasi dalam sebuah kemasan. "Lebih nyaman memilih parcel, daripada vocer, parcel kan lebih bagus dan cantik," tambah.

Fahira menuturkan, saat ini 50 persen parcel masih didominasi oleh makanan. "Minuman 30 persen, selebihnya alat-alat rumah tangga, interior rumah, pakaian muslim dan ada kue-kue kering," tukas dia. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018953/vocer-belanja-belum-mampu-gantikan-fungsi-parcel

B0S-B0S PERBANKAN KUMPUL D1 RUMAH MUL1AMAN

Selasa, 29 Juli 2014 13:25 wib | Petrus Paulus Lelyemin - Okezone

Ketua OJK Muliaman D Haddad saat open house. (Foto: Okezone)Ketua OJK Muliaman D Haddad saat open house. (Foto: Okezone) JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad hari ini menggelar open house di kediamannya, Jalan Daksa I, Nomor 15 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu nampak menyambut dengan hikmat para tamu undangan bersama istri dan anak-anaknya. Mengenakan batik bercorak, Muliaman tak segan-segan keluar dari rumah menuju pelataran untuk menjemput, bersalaman dan langsung menyapa tamu.

Nampak hadir Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswanandi, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Raya Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja, dan beberapa pejabat OJK lain serta warga sekitar rumahnya. 

"Baru bisa hari ini, karena kemarin saya halal bi halal ke Presiden, Wakil Presiden lalu langsung ke rumah orang tua di Bekasi. Karena macet, pulang sudah malam jadi belum sempat lagi ke senior-senior atau menteri lain," tuturnya ketika menemui para wartawan di pelataran depan rumahnya, Jakarta, Selasa (29/7/2014).

Dia mengungkapkan, menu wajib keluarga besarnya saat berkumpul di hari Lebaran yang juga adalah salah satu favoritnya sebagai orang asli Betawi adalah lontong sayur. "Karena asal saya Betawi, senang sekali sama lontong sayur. Enggak ada yang spesial juga sih, tapi yang wajib ada itu dodol Betawi dan wajik," sambungnya. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/07/29/457/1018962/bos-bos-perbankan-kumpul-di-rumah-muliaman