Rabu, 27 Agustus 2014

PREM1UM HAB1S SEJAK PUKUL 15.00 W1B D1 SUBANG

Rabu, 27 Agustus 2014 20:55 wib | Dani Jumadil Akhir - Okezone

Premium Habis Sejak Pukul 15.00 WIB di Subang (SPBU: Dani/Okezone)Premium Habis Sejak Pukul 15.00 WIB di Subang (SPBU: Dani/Okezone) SUBANG - Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium telah habis di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Subang dan sekitarnya.

Hal ini terjadi di SPBU 34.41218 dan beberapa SPBU lainnya. Pantauan Okezone masyarakat sekitar rela mengantre untuk mendapatkan BBM.

"Iya katanya premiumnya sudah habis, makanya saya beli pertamax," ucap Roni (40), salah satu konsumen kepada Okezone, Selasa (27/8/2014).

Hal ini dibenarkan oleh Petugas SPBU, Slamet. Menurut Slamet habisnya stok BBM subsidi ini dikarenakan Pertamina telat mengirim pasokan ke SPBU. "Sejak jam tiga sore tadi, premium sudah habis. Di sini belum kebagian pasokan lagi, di sana (SPBU) lain juga gitu, tapi ada juga SPBU sudah dapatkan jatahnya, kita belum," kata Slamet.

Slamet menjelaskan, untuk mendapatkan BBM subsidi, masyarakat pindah ke SPBU satu ke SPBU lainnya. "Kalau ada yang enggak mau beli pertamax, masyarakat itu beli yang masih ada premium subsidinya. Misalnya SPBU ini kosong, mereka pindah ke SPBU lainnya," sebutnya. (rzy)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/08/27/19/1030754/premium-habis-sejak-pukul-15-00-wib-di-subang

ANTREAN MENGULAR, PERTAM1NA SEBUT ST0K BBM D1 SUMUT AMAN

Antrean Mengular, Pertamina Sebut Stok BBM di Sumut Aman (Ilustrasi: OKezone)Antrean Mengular, Pertamina Sebut Stok BBM di Sumut Aman (Ilustrasi: OKezone) MEDAN - Pertamina Region 1 Sumatera Utara klaim persedian BBM aman, padahal pada 25 Agustus lalu sempat terjadi antrean hingga 2 km di sepanjang Jl Jamin Ginting dari Kabupaten Karo hingga Kota Medan, rata-rata SPBU kehabisan premium.

Sedangkan di Pulau Nias, hampir semua SPBU kehabisan solar. Akibatnya antrean kendaraan mengular hingga 2 km dari beberapa SPBU di Nias. Bahkan hingga sore ini di Jalan Medan, Pematangsiantar antrean BBM juga mengular.

Senior Supervisor External Relation Pertamina Marketing Operation Region I, Fitri Erika menyebutkan terhitung per (25/8) ketersediaan stok BBM di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi cukup dimana ketersediaan Premium sebanyak 26.500 kiloliter dan Solar 18.900 kiloliter di 5 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), yaitu Medan Group, Kisaran, Siantar, Sibolga dan Gunung Sitoli.

"Penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Sumatera Utara dilakukan pengaturannya menyikapi sisa kuota BBM yang tersedia hingga akhir tahun. Pertamina juga memiliki stok dalam jumlah cukup di TBBM, tetapi kami harus menyalurkan sesuai dengan kuota yang diamanatkan," sebutnya kepada Wartawan, Rabu (27/8/2014).

Ia menjelaskan, Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumbagut sebagai salah satu badan usaha penyalur BBM bersubsidi, mulai mengatur kuota BBM bersubsidi guna memastikan agar kuota Solar dan Premium cukup hingga akhir tahun sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 12 Tahun 2014 tentang APBN 2014.

Erika juga mengatakan bahwa berdasarkan APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL. Sesuai dengan amanat tersebut, maka Pertamina harus melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014.

Secara teknis, lanjut Erika, Pertamina melakukan pengaturan BBM bersubsidi secara prorata sesuai alokasi volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya yang telah dilakukan terhitung sejak 18 Agustus 2014.

"Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM non subsidi yang meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Solar non subsidi," ujarnya. (rzy)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/08/27/19/1030761/antrean-mengular-pertamina-sebut-stok-bbm-di-sumut-aman

SBY S1AP RESP0NS B1LA J0K0W1 DESAK NA1KAN BBM

Rabu, 27 Agustus 2014 19:54 wib | Fakhri Rezy - Okezone

SBY Siap Respons Bila Jokowi Desak Naikan BBM (SBY: Okezone)SBY Siap Respons Bila Jokowi Desak Naikan BBM (SBY: Okezone) JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, ia siap merespons jika pertemuannya dengan Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) malam ini mendesaknya untuk menaikkan harga bahan bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

 "Ada yang mengatakan Pak Jokowi akan mendesak saya untuk menaikkan harga BBM. Saya sudah siap meresponnya, jika ditanya," kata Presiden SBY melalui akun twitter pribadinya @SBYudhoyono mengutip laman setkab, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

SBY menjelaskan, tidak ada agenda yang khusus terkait pertemuannya dengan Jokowi. Dirinya berjanji akan lebih banyak mendengarkan.

Menurut SBY, lebih baik dirinya menunggu dan merespons saja. Karena bila proaktif nantinya bisa dianggap merecoki Jokowi.

 "Padahal niat saya baik dan tulus," tegasnya.

Presiden meyakini, apa yang ia ketahui, alami dam laksanakan selama 10 tahun memimpin negeri dan menjalankan pemerintahan, tentu berguna bagi  Jokowi yang akan menggantikannya memimpin Indonesia mulai 20 Oktober mendatang. (rzy)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/08/27/19/1030752/sby-siap-respons-bila-jokowi-desak-naikan-bbm

JER0: M0B1L MEWAH MALU BEL1 BBM SUBS1D1!

Rabu, 27 Agustus 2014 18:01 wib | Kurniasih Miftakhul Jannah - Okezone

Jero: Mobil Mewah Malu Beli BBM Subsidi! (Ilustrasi: Okezone)Jero: Mobil Mewah Malu Beli BBM Subsidi! (Ilustrasi: Okezone) JAKARTA - Pengguna mobil diimbau untuk membeli dan mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Apalagi masih banyaknya mobil mewah yang menggunakan bahan bakar bersubsidi.

"Mobil mewah tadi ada yang saya tanya, malu kalau beli premium. Sudah mulai ada solidaritas rasa malu dari masyarakat berada," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Dirinya mengatakan bagi masyarakat yang memiliki dua mobil seharusnya tidak lagi menggunakan BBM nonsubsidi.

"Yang kategori mampu adalah yang punya mobil dua atau tiga mobil atau mobil mewah, mestinya mampu beli nonsubsidi. Negeri kita lagi hemat yang subsidi kalau beli pertamax lebih baik," jelasnya.

Sementara itu dia juga meminta SPBU untuk tetap membuka dan memberikan BBM subsidi kepada kendaraan bermotor.

"Yang subsidi karena sekarang ini banyak antrean maka saya bilang ya sudah lepaskan dulu lah. Kasih, terutama sepeda motor harus dapet premium karena rakyat kecil," tukas dia. (rzy)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/08/27/19/1030674/jero-mobil-mewah-malu-beli-bbm-subsidi

SPBU D1 SUBANG MAS1H KEHAB1SAN BBM BERSUBS1D1

Rabu, 27 Agustus 2014 17:31 wib | Dani Jumadil Akhir - Okezone

SPBU di Subang Masih Kehabisan BBM Bersubsidi (Foto: SPBU Subang)SPBU di Subang Masih Kehabisan BBM Bersubsidi (Foto: SPBU Subang) SUBANG - Walaupun PT Pertamina (Persero) telah menormalkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di seluruh SPBU di wilayah Indonesia, namun antrean pembelian BBM subsidi tetap terjadi.

Pantauan Okezone, Rabu (27/8/2014), di SPBU 34.41218 Subang, Jawa Barat, antrean pembelian BBM subsidi mengular hingga ke gerbang SPBU tersebut. Bahkan konsumen rela antre untuk membeli BBM non subsidi dikarenakan BBM subsidi jenis premium sudah habis.

"Sudah habis premium, sejak jam tiga sore tadi," ucap Petugas SPBU, Slamet kepada Okezone di Subang Jawa Barat, Rabu (27/8/2014).

Slamet menambahkan, stok BBM nonsubsidi seperti pertamax masih tersedia. "Pertamax pasokannya masih ada terus. Makanya konsumen sekarang pada beli pertamax," sebutnya.

Mengenai mengularnya antrean pembelian BBM subsidi pada saat pemangkasan kuota BBM subsidi, menurut Slamet terjadi antrean yang sangat panjang.

"Waktu kemarin dibatasin itu, wah antreannya panjang banget, sampai gerbang mau ke jalanan. Sekarang kan udah enggak dibatasin. Tapi stock premiumnya sudah habis," kata dia. (rzy)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/08/27/19/1030656/spbu-di-subang-masih-kehabisan-bbm-bersubsidi

K1NERJA GEM1LANG, 1NVEST0R BURU SAHAM TELK0M

Kinerja Gemilang, Investor Buru Saham Telkom (Foto: Telkom)Kinerja Gemilang, Investor Buru Saham Telkom (Foto: Telkom) JAKARTA – Menyusul catatan kinerja yang baik di tahun sebelumnya, hingga berjalan satu semester tahun 2014 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kembali membukukan prestasi yang membesarkan hati sesuai dengan ekspektasi pemegang saham. Keberhasilan eksekusi program-program kerja strategis perusahaan dengan baik saat ini telah berimbas positif pada penguatan fundamental perusahaan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan dalam jangka panjang.

Performa saham Telkom pada semester 1-2014 ini mencatat hasil yang memuaskan. Harga saham Telkom mampu menyentuh angka Rp2.785 per lembar saham. Saat ini jumlah saham yang beredar sebanyak 100,79 miliar saham. Artinya dengan harga saham Rp2.785 maka nilai kapitalisasi pasar Telkom akan menembus Rp280 triliun.

Disamping itu, selama tiga tahun terakhir, yakni 2012, 2013 dan 2014, saham Telkom menunjukkan kinerja yang membanggakan. Pada tahun 2012, saham Telkom ditutup di harga Rp 9.050 per lembar saham, lalu pada 2013 menjadi Rp 10.750. Selanjutnya pada akhir semester I-2014 tercatat menjadi Rp13.575 atau sebesar Rp2.715 setelah stock split. Sehingga saat ini harga saham Telkom sudah mengalami kenaikan sebesar 50 persen dibandingkan harga saham pada akhir tahun 2012.

Tahun 2014 ini perseroan telah membagikan dividen tunai senilai Rp102 per lembar. Sehingga, ketika melihat kinerja Telkom di tahun 2014 dan dua tahun terakhir atau tahun 2013 dan 2012 ditambah aksi korporasi keluar negeri, para investor optimistis bahwa perseroan masih bisa tumbuh lebih besar lagi.

Secara fundamental, margin perseroan masih menarik.Perseroan juga memiliki hutang yang jumlahnya tidak banyak, yaitu hanya sebesar 0,75 kali dari ekuitas dan PER 18,6 persen atau tertinggi di atas rata-rata industri. Apalagi EPS (Earning per Share) perseroan tahun 2013 dapat tumbuh 10 persen.

Performa saham tahun ini yang dinilai kinclong sepertinya merupakan lanjutan dari tahun 2013 lalu. Sepanjang tahun 2013 TLKM menunjukkan performa positif,  sehingga, jika melihat performa sepanjang 2014 dan ditambah performa tahun 2013, performa Telkom secara konsisten menunjukkan angka positif. Positifnya kinerja saham Telkom merupakan imbas dari kinerja positif perusahaan. Pendapatan sepanjang semester 1 tahun 2014 mencapai angka Rp43,54 triliun tumbuh 8,4 persen dariperiode yang sama tahun sebelumnya. ROA yang berhasil dicatat sebesar 11,4 persen, sedangkan ROE nya sebesar 24,5 persen.

Para analis pasar modal, di antaranya Mandiri Sekuritas, Bahana dan CIMB NIAGA  merekomendasikan saham ideal Telkom di harga Rp2.900. Bagaimanapun, BUMN pelat merah ini masih merupakan perusahaan telekomunikasi dengan jaringan infrastruktur yang paling luas dan mapan. Apalagi Telkom merupakan satu-satunya emiten yang bermain di segmen jaringan telpon tetap dan menjadi market leader di segmen selular.

Dengan kondisi seperti itu diperkirakan dapat mendorong laba bersih perseroan. Telkom merupakan salah satu emiten blue chip yang memiliki kapitalisasi pasar besar sehingga menjadi salah satu koleksi investor.

Fokus terhadap Portfolio Bisnis danTiga Program Utama

Keseluruhan pencapaian Telkom tidak lepas dari keseriusan Telkom dalam menjalankan bisnis sesuai dengan portofolio bisnis dan tiga program utama yang dicanangkan. Pada Agustus 2013 lalu Telkom telah melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan ratio 1:5. Stock split dapat memperbesar jumlah saham yang beredar dan mampu meningkatkan likuiditas saham. Langkah korporasi tersebut terbukti dapat menggairahkan perdagangan saham karena saham Telkom semakin terjangkau khususnya bagi investor retail.

Dari sisi portofolio bisnis, Telkom telah melakukan transformasi portofolio bisnis dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahan TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services).Telkom masih menjalankan bisnis telekomunikasi sebagai bisnis legacy dan mengembangkan bisnis ICT yang menjadi mesin pertumbuhan yang potensial. Salah satu wujud konsistensi Telkom untuk focus kepada core business perusahaan adalah aksi Telkom melepas saham Telkom Vision yang direspon positif oleh pasar.

Tahun 2014 ini, Telkom masih menjadikan Telkomsel, Indonesia Digital Network dan International Expansion sebagai tiga program utama perusahaan. Telkomsel, selaku anak usaha Telkom masih menjadi andalan dan mampu mencapai pertumbuhan revenue yang double digit.  Pencapaian Telkomsel ini didukung oleh adanya sinergi bisnis di seluruh entitas Telkom Group.Tahun 2014, ditargetkan perusahaan seluler ini dapat mewujudkan pertumbuhan revenue dan net income double digit, melanjutkan kesuksesan tahun 2013.

Sementaraitu, melalui program Indonesia Digital Network, Telkom mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa melalui peningkatan penetrasi broadband dankonektivitas. Program ketiga yang menjadi fokus utama Telkom tahun 2104 adalah pengembangan bisnis internasional melalui ekspansi ke 10 negara, dimana hingga saat ini Telkom telah menjalankan bisnisnya di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Macau, USA dan Saudi Arabia.

Telkom Emiten Terbaik

Kinerja saham TLKM yang selalu positif tersebut mendapat pengakuan dari pelaku pasar modal. Pada bulan Mei 2014 lalu terpilih sebagai Emiten Saham Terbaik dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp10 triliun  dalam Capital Market Awards 2014 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Selain penghargaan tadi, dalam waktu hampir bersamaan Telkom juga meraihp penghargaan sebagai "Indonesia Most Admired Companies 2014" versi majalah Fortune Indonesia dan "Indonesia Most Admired Companies" dari Majalah Warta Ekonomi.

Telkom juga tercatat sebagai satu-satunyaperusahaan yang meraih brand rating triple A minus (AAA-) yang mana rating tersebut menggambarkan bahwa sesuai dengan penilaian Brand Finance, brand Telkom hampir mencapai extremely strong.

Telkom menjadi salah satu dari dua perusahaan yang memiliki brand rating triple A di Asia. Satu lagi perusahaan yang meraih brand rating triple A di Asia adalah Singapore Airlines.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada April 2014 lalu menetapkan kembali peringkat AAA untuk Telkom. Peringkat tersebut juga berlaku untuk obligasi II tahun 2010.Adapun outlook peringkat adalah stabil. Peringkat ini mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang superior dengan bisnis terdiversifikasi, marjin profitabilitas kuat dan proteksi arus kas yang sangat kuat, didukung struktur permodalan yang konservatif. (ADV) (//rzk)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/08/27/278/1030613/kinerja-gemilang-investor-buru-saham-telkom

S0AL BBM SUBS1D1, PEMER1NTAH HARUS CAR1 S0LUS1

Rabu, 27 Agustus 2014 15:53 wib | Kurniasih Miftakhul Jannah - Okezone

Soal BBM Subsidi, Pemerintah Harus Cari Solusi (Ilustrasi: Okezone)Soal BBM Subsidi, Pemerintah Harus Cari Solusi (Ilustrasi: Okezone) JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyarankan pemerintah baik yang saat ini menjabat atau pemerintah baru untuk segera memutuskan kebijakan terbaik terkait dengan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu opsi yang dimiliki pemerintah adalah menyesuaikan harga BBM bersubsidi dengan menaikkan harga.

"Baiknya dilakukan, pemerintah juga tahu apa yang harus dilakukan. Kalau dari BI, ini kan ada problem, tentunya kalau pemerintah menjelaskan dengan baik dan transparan saya rasa masyarakat bisa terima apalagi kalau ada dana kompensasi," ungkap Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, Rabu (27/8/2014).

Dia berkomentar, pemerintah baru bisa meneruskan program lima tahun ke depan untuk atasi masalah subsidi BBM. Pihaknya juga mengatakan harus ada solusi untuk masalah BBM bersubsidi ini.

"Pemerintah baru bisa teruskan program lima tahun untuk atasi masalah subsidi BBM. Karena kita harus ada solusi, jangan kalau cuma satu kali naik tapi masih ada subsidi BBM yang besar di tahun depan, dan akan muncul lagi problem seperti itu," tambah dia. (rzk)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.


sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/08/27/19/1030584/soal-bbm-subsidi-pemerintah-harus-cari-solusi